“Melalui Pemasangan Rumpon Dasar Suatu Kebutuhan Masa Depan Dalam Pengelolaan Perikanan yang Bertanggungjawab”
Salah
satu metode penangkapan ikan adalah dengan mempengaruhi/menjadikan
ikan-ikan yang tersebar dilaut yang luas untuk dapat berkumpul atau
bergelombol pada areal yang relatif sempit, kemudian baru dilakukan
pengoperasian alat tangkap (jaring,pancing, dsb) sehingga tujuan dari
pengoperasian alat tangkap yang efesien dan efektif dan ramah
lingkungan.
Rumpon adalah salah satu alat bantu
pengumpul ikan. Ada 2 (dua) jenis rumpon,yaitu rumpon permukaan
(pelagis) dan rumpon dasar (demersal). Rumpon permukanaan
(rompong,onjen,tendak) sudah banyak dikenal dan digunakan nelayan untuk
mengumpulkan ikan-ikan pelagis, sedangkan rumpon dasar untuk
mengumpulkan ikan-ikan dasar belum banyak dikenal dan digukanan oleh
nelayan Indonesia khususnya diperairan Riau.
Lokasi pemasangan rumpon dasar
sebaiknya diareal padat tangkap, yaitu 3-15 mill dari pesisir sehingga
mudah dijangkau oleh nelayan skala kecil,yang mana nanti areal tersebut
dapat berfungsi sebagai areal pemijahan dan perlindungan larva anakan
(juvenil) ikan/cumi/rajungan/udang.
Dalam
sosialisasi hasil-hasil pembangunan Perikanan dan Kelautan pada tanggal
31 Desember 2010 lalu, Prof.DR.Ir. Irwan Effendi MSc sebagai Kepala
Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Riau menyampaikan bahwa pemasangan
rumpon merupakan salah satu srategi jitu dalam proses revitalisasi
daerah penangkapan disamping strategi lain yaitu rumah ikan.
Revitalisasi bertujuan untuk meningkatan carrying capacity perairan,
konservasi dan rehabilitasi alam, membantu meningkatkan tingkat
penghasilan ekonomi masyarakat sekitar dan dapat membantu meningkatkan
pendapatan asli daerah.
Mengapa kita butuh rumpon dasar?
Jumlah
kapal/perahu penangkap ikan selalu bertambah bahkan melebihi daya
dukung perairan. Hal tersebut menjadikan produktivitas dan penghasilan
nelayan semakin menurun. Sementara ini alat tangkap yang digunakan
nelayan umumnya tidak selektif sehingga telur dan anakan
ikan/udang/cumi/rajungan juga ikut tertangkap
Sumber: http://rustadi64.blogspot.com/2011/03/revitalisasi-daerah-penangkapan-melalui.html

0 komentar:
Posting Komentar